1(satu) kali klik kita dibayar Rp.100

August 26th, 2008 by akhiifillah
Saatnya Bisnis kecil-kecilan di Internet

Di KlikRupiah, anda akan mendapatkan uang setiap klik iklan.

Prosesnya cukup mudah Kamu cuma klik iklan dan lihat beberapa detik kemudian uang masuk kesaldo Kamu. Kamu tidak membutuhkan keahlian. Yang Kamu butuhkan hanya lihat iklan dan klik yang ada di Klikrupiah.
Satu iklan dibayar kepada kita Rp.100,00


Kamu bisa mengajak teman Kamu untuk bergabung dengan klikrupiah. Pembayaran bisa diminta setaip saat dan akan KlikRupiah proses lewat bank BCA dan MANDIRI. Minimal pembayaran Rp 50000

Daftar Klik Rupiah Disini

register.php?r=aziziqalbii
Buruan Lah…orang pada semua bergabung…!!!

Klik 30 detik dapat Dolar??10 Menit dapat 1Dolar

August 6th, 2008 by akhiifillah

Bismillah

Internet wah gedenya!!!.>>>kalimat dlm film Domo,kasino,Indro…

Itulah internet…sangat gede…

Bagi kamu-kamu yg sering internet
setiap harinya,dalam waktu berapa menit saja insya allah Dolar bisa
mengalir ke Kamu…Gimana caranya? cukup banyak situs yg
menawarkannya…Kita main akal-akaln deh di internet…Caranya coba kamu
daftar diberapa situs klik iklan..Jadi kalo satu link menawarkan satu
hari 20 kali klik dengan pembayaran 0.20 US$…maka kalo kamu join berapa
link, misalnya 6 link ya kamu bisa dapat satu dolar dalam 5 menit duduk
diinternet…kan lumayan 5 menit dapat lebih 1 Dolar…Buruanlah…kita
dah hampir 10 Dolar belum sebulan join,itupun baru satu link…nah
sekarang aku dah dapat banyak link…Buka 6 Link bareng,trus klik aja
semua sekalian…hehheheh…hihihiih…Mudahkan?

Ayo Buruan…Kita kagak rugi ke
warnet,misalnya satu jam di warnet 3 Ribu Rupiah…ya kita hanya 5 menit
dah kembali modalnya dan juga labanya…Ini link2 dibawah ini akan saya
bubuhkan,,,semoga bermanfaat deh…Pokoknya kagak rugi dicoba…Saya dah
buktikan!!

1. Dari tempscript

Members, Get Paid to Visit Websites!

Tempscript
PTC, you get paid to click on ads and visit websites. The process is
easy! You simply click a link and view a website for the designated
time period to earn money. You can earn even more by referring friends
and adverisers.

Here is some of what tempscript PTC offers:
- Membership is FREE.
- Get paid to visit our advertiser’s websites.
- Earn up to $0.0125 per link clicked.
- Earn up to $0.0125 for each website your referals view.
- View real time reports of your earnings.
- Payment requests can be made every day and are processed through PayPal.
- The minimum payout is only $10.00.

Untuk Daftar silakan Klick disini>> tempscript

2. Dari 07bux.net

Earnings Example
» You click 35 ads per day =    $0.35
»
25 premium referrals click 20 ads per day = $6.25
» Your monthly earnings =    $195.00
»
Your total annual earnings =  $2,340.00

Processing    time: 2- 10 days .

Premium Membership for 1 Full Year for only 39.99$ : Limited Time !!
07bux.net - Premium Package l

Setahun dapat $38.99

Yang Mau Daftar Klik Disini >> 07bux.net

3.Dari bux.to

Earnings Example
» You click 10 ads per day =    $0.10
» 20 referrals click 10 ads per day = $2.00
» Your daily earnings = $2.10
» Your weekly earnings = $14.70
» Your monthly earnings =  $63.00

Daftar Disini >>>bux.to

4.Dari buxlv

Earnings Example
» You click 10 ads per day =    $0.2
»
25 premium referrals click 10 ads per day = $3.125
» Your monthly earnings =    $100.00
»
Your total annual earnings =  $1200.00

Processing    time: 2 working days.

Premium Membership for 1 Full Year
buxlv - Premium Package l $59.00

Setahun kita dapat $59.00

Mau daftar Klik disini >>buxlv

5. Dari Rainbux

Earnings Example
» You click 20 ads per day =    $0.80
»
25 premium referrals click 20 ads per day = $20.00
» Your monthly earnings =    $600.00
»
Your total annual earnings =  $7,200.00

Processing    time: 2 working days.

Premium Membership for 1 Full Year
Rainbux - Premium Package l $35.00

Bagi Yang Mau daftar disini>>> Rainbux

6.Dari angelbux

Earnings Example
You click 20 ads per day =  $0.25
25 referrals click 20 ads per day = $6.25
Your monthly earnings =  $195.00
Your total annual earnings =  $2,340.00

Processing  time: Instant when using Alert Pay

Premium Membership for 1 Full Year
angelbux- Premium Package l $59.00

Mau Daftar Klik disini>> angelbux

Semua Diatas sistim Klik iklan selama 30 detik,ada yang 45 detik,ada 20 detik..

Nah kalo kita Join ada 6 Buah link klik Iklan,,nah selama perbulan
udah berapa? apalagi aktif setiap harinya,belum lagi setahun dah berapa
Ratusan Dolar??

Selamat mencoba dan bisnis kecil-kecilan diInternet…Kagak akan
Rugi…Saran aku..Kamu jangan daftar satu,tapi Borong semua biar Dolarnya
Jangan hanya main 00.20 sent perhari, tapi lebih 1 dolar perhari dalam
10 menit…

Wassalam…selamat mencoba deh..

By: mubaraq

               

Apa kata mereka tentang AAC ?

March 29th, 2008 by akhiifillah

Ayat – ayat Cinta, Hati-hati Menontonnya

  Oleh: emabdulah@yahoo.com

Menonton film Indonesia? Rasanya walaupun diberi imbalan HP Nokia
terbaru saya kok memilih lebih baik menemani ponakan saya main
petak-umpet.. Kenapa begitu. Film Indonesia, Sinetron Indonesia, setiap
kali saya – tanpa sengaja – menontonnya, malah membuat saya seperti
orang bodoh. Jalan ceritanya terlalu mudah untuk dicerna dan ditebak.
Dialog-dialognya kosong dan tak ada yang memancing indera
“keingintahuan”. Personil yang main juga tidak didukung dengan karakter
yang tajam. Aktingnya terasa sekali dibuat – buat. Yang ditonjolkan
hanya wajah-wajah cantik yang mengundang imajinasi porno para
penontonnya.

Begitu juga dengan film Indonesia terbaru, Ayat-ayat Cinta (AAT). Tidak
ada hal yang baru dalam alur ceritanya. Semuanya berputar-putar pada
masalah primitif hawa nafsu manusia, hubungan lain jenis, yang 90
persen menjadi topik film dan sinetron Indonesia.

Kalau bukan karena istri saya yang merengek-rengek minta nonton film
kacangan seperti itu, saya tak akan merepotkan diri membuang duit ke
bioskop. Bujukan saya untuk membeli VCD bajakannya saja ternyata tidak
mempan. “Kalau nonton di VCD kan bisa diulang-ulang dan lebih murah,”
Rayu saya. Tapi bibirnya malah makin manyun, pipinya jadi merah, dan
tubuh saya habis dicubitin. “Tapi ini bagus, Mas. Ceritanya Islami dan
tetang poligami”, serunya. Wah, kalau alasan yang terakhir itu saya
tertarik. Akhirnya sebagai suami yang sayang istri, saya pun dengan
gentleman mengantarnya nonton.

Benar tuduhan saya terhadap film AAT. Jalan ceritanya membuat saya
menguap berkali-kali. Topik yang disuguhkan tidak fokus. Ceritanya
sendiri mengisahkan seorang mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut
ilmu di Mesir. Di mana lagi kalau bukan di Universitas Al Azhar yang
kesohor itu. Tapi di situ tidak dijelaskan, sang bintang, yang bernama
Fahri, mengambil fak apa, jurusan apa. Pokoknya kuliah, gitu aja.

Dan selama film berlangsung, saya menunggu-nunggu setting gambar fisik
bangunan Al Azhar yang sudah berumur 1000 tahun itu. Tapi sampai film
habis, tak diperlihatkan sama sekali suasana kampus, suasana para
pemain yang sedang kuliah menuntut ilmu dengan dosen-dosennya yang
brilian. Atau sebagian bentuk bangunan Al Azharnya. Malah pemandangan
tangga kampus, yang menurut saya mirip tangga masuk masjid Al Azhar,
Kebayoran Baru, bukan Al Azhar Kairo.

Adegan pertama, terjadi dalam sebuah kereta api. Sang bintang menjadi
“hero” dengan membela seorang wanita bercadar yang hendak ditampar
seorang muslim radikal karena memberi tempat duduk pada ibu-ibu
Amerika. Adegan diawali degan sikap dan dialog para penumpang di kereta
yang terasa mengada-ada. “Ada orang kafir lewat” begitu kira-kira
mereka berkata. Padahal mereka adalah mahasiswa-mahasiswa yang tentunya
punya rasa humanisme yang tinggi. Mesir adalah negara muslim yang
moderat dan cenderung liberal. Jadi bukan hal aneh lagi kalau ada cewek
asing lewat. Dan tak akan mungkin mereka mendisposisikan turis itu
sebagai “kafir” secara explisit. Attitude seperti itu sangat melecehkan
warga Mesir (dan muslim), karena segitu banyak penumpang, masak tak ada
yang mau memberi tempat duduk pada wanita tua, walaupun beda agama.
Yang memberi tempat duduk malah seorang muslimah bercadar yang
berkewarganegaraan Jerman, Aishah.

Seperti sinetron-sinetron lainnya, sang wanita yang dibela kemudian
merasa simpati terhadap “pahlawannya” yang telah membelanya, apalagi
wajah si pembela bonyok dihantam si penjahat. Di sini supaya lebih
heroik sebenarnya si Fahri tidak perlu ditolong oleh kawan-kawannya.
Dengan ilmu kanuragan ala Lamongan mustinya si Fahri bisa membela diri,
gitu. Walaupun nantinya si penjahat ternyata lebih sakti, dan si Fahri
kalah.

Drama babak pertama berakhir dengan kemenangan si penjahat yang
berteriak “Allahu Akbar”. Di sini saya bingung. Kenapa si antagonis,
extrimis muslim yang keras kepala tsb sampai akhir cerita tidak
dimunculkan lagi. Ceritanya akan sedikit lebih bagus kalau orang yang
mukul si Fahri tsb kemudian menyadari kekeliruannya dan kembali ke
jalan yang benar.

Sang amerika yang ditolong Aishah ternyata adalah jurnalis yang sedang
mengadakan penelitian mengenai Islam. Si Fahri, yang membela Aishah,
ternyata kemudian dijadikan nara sumber. Dalam wawancara antara
jurnalis dan Fahri nampak sekali kemiskinan dialog yang disuguhkan.
Setiap pertanyaan si jurnalis selalu dijawab Fahri dengan singkat,
ditambahi dengan kata, “Semuanya sudah saya tulis di buku saya”. Kalau
begitu, ngapain si Jurnalis jauh-jauh datang dari amrik, mendingan baca
artikel tentang Islam di internet. Cukup dua pertanyaan saja yang
dimunculkan di film itu. Lalu adegan berganti. Cewek amrik itu tak
pernah dimunculkan lagi sampai film habis. Mustinya sutradara lebih
jeli dengan memunculkannya di hari pernikahan Fahri.

Adegan berganti dengan acara ta’aruf antara Aishah dan Fahri. Si Fahri
yang hanya anak penjual tape, ditaksir si Aishah yang anak konglomerat
Jerman. Tokoh Aishah di sini sangat tidak mirip dengan wajah Jerman.
Mungkin terlalu mahal untuk menyewa artis Jerman asli. Begitu juga
dengan orang-orang Mesirnya, banyak yang gadungan. Disewa dari hasil
pencarian di pinggir-pinggir jalan Matraman (kasar amat. Sorry). Mereka
hanya turunan. Untung hidungnya masih kelihatan mancung.

Walaupun si Fahri mengaku miskin, anak penjual tape (tapi bisa punya
ongkos ke Mesir). Cinta Aishah tak terpatahkan. Semua biaya akan
ditanggung pihak wanita. Enak tenaaan. Itulah sinetron. Padahal di
dunia nyata, sekaya apa pun seorang perempuan, pasti dia akan mencari
lelaki yang lebih kaya.

Di antara kebingungan antara kawin dengan tidak kawin, si pemeran utama
menemui gurunya. Di sini saya merasa sangat dilecehkan. Pertemuan murid
dan guru sebuah perguruan prestisius setingkat Azhar terjadi di sebuah
ruangan gelap, mirip di sudut-sudut musholla, ketika seorang ustadz
mengajar Iqra muridnya, di kampung saya. Mungkin si sutradara mengira,
Al Azhar itu gak beda dengan halaqah-halaqah pengajian Kebon Jeruk,
bukan universitas yang ada kursi dan bangkunya, lengkap dengan papan
tulisnya.

Cerita singkatnya, si lakon kemudian “merit” dengan Aishah. Bulan madu
dihabiskan di sebuah “kastil”. Di tengah suasana bulan madu, ternyata
banyak gadis yang patah hati dengan menikahnya Fahri dengan Aishah.
Salah satunya adalah Maryam. Maryam depresi berat mengetahui Fahri
kawin dengan wanita lain. Aneh. Padahal pacaran aja enggak. Kok bisa
patah hati. Fahri adalah penganut Islam yang textual (walaupun tidak
jenggotan). Bersalaman dengan perempuan saja tidak mau, apalagi mau
berkhalwat (menyepi) dengan wanita yang bukan ibunya, kok tahu-tahu
gadis-gadis bergelimpangan kehilangan gairah hidup mengetahui Fahri
tidak kawin dengan mereka. Aneh bukan? Nikmati saja. Udah terlanjur
beli tiket.

Namun cerita bulan madu kedua sejoli itu tiba-tiba berubah berantakan,
ketika si Fahri difitnah seorang wanita miskin yang merasa ditolak
cintanya. Tuduhannya sangat berat, pemerkosaan. Tanpa alif, ba, ta,
(gantinya ba, bi, bu) si Fahri dijebloskan ke penjara yang dipenuhi
tikus. Sejorok itukah sebuah penjara di Mesir? Perlu klarifikasi.

Dalam adegan di penjara ini, si sutradara nampak sekali memaksakan
unsur “dakwahnya” yang diklaim sebagai film bernuansa islami. Ketika si
pengantin baru itu memarahi Tuhan, dan mengomeli nasibnya, rekannya
satu sel memberi nasehat dengan kisah Nabi Yusuf. Amat sangat tidak
klop. Dalam Ushul Fiqh, mengkiyaskan sesuatu dengan hal yang berbeda
itu bathil. Nabi Yusuf, yang memfitnah adalah wanita bangsawan. Sedang
di kisah AAT, seorang gadis miskin yang patah hatilah yang memfitnah
Fahri. Nabi Yusuf berdoa, lebih suka dipenjara daripada menuruti nafsu
bejat para wanita bangsawan. Sedang Fahri tidak suka dipenjara, karena
masih mencintai istrinya yang konglomerat.

Mustinya cerita AAT dibalik. Si gadis miskin itulah yang menikah dengan
Fahri. Lalu Aishah datang menggodanya, dengan segala kekuasaan harta
dan kecantikannya. Pasti ceritanya lebih seru. Baru cerita Nabi Yusuf
terasa lebih mirip dijadikan dalil.

Seandainya sutradara punya instink yang lebih kreatif, tokoh yang
menjadi rekan satu penjara dengan si Fahri adalah si muslim radikal
yang muncul di adegan pertama di atas. Alasan di penjaranya karena
terorisme. Sedang Fahri karena tuduhan pemerkosaan. Terus si Fahri,
dengan kecerdasan emosional dan intelektualnya berhasil menyadarkan si
teroris. Bukannya mencak-mencak meratapi nasib (Merengek seperti
keponakan saya kehilangan baju Spiderman). Sebuah adegan klise dari
sineas Indonesia. Dapat hadiah, nangis. Dapat musibah, nangis.
Ditinggal ke pasar, nangis. Ditinggal suami, meraung-raung.

Kembali ke pokok persoalan. Istri si Fahri ternyata bukan tipe gadis
cengeng yang menyerah begitu saja pada nasib. Dia berusaha sebisa
mungkin membebaskan suaminya. Penonton film ini terasa sekali dipaksa
untuk merasa bahwa perjuangan Aishah sangat berat. Tapi penggambarannya
sangat hambar. Rintangan-rintangan yang dilalui istri Fahri terlalu
mudah diselesaikan. Tanpa kesan yang menggigit. Tahu-tahu si Fahri bisa
keluar penjara.

Ternyata saksi kunci bahwa Fahri bukan pemerkosa ada pada Maryam, yang
sedang sekarat karena patah hati dan ketabrak mobil. (entah kenapa para
penonton seperti tidak bosan-bosannya disuguhi adegan wanita stress
ketabrak mobil). Entah dapat ide dari mana, si wanita Jerman itu
tiba-tiba saja meminta Fahri mengawini Maryam. Tentu saja si Fahri
tidak mau. Tapi karena melihat kondisi Maryam yang semakin koma,
akhirnya beliau mau juga.

Kembali di sini saya bertanya-tanya. Setahu saya, pernikahan dalam
Islam itu harus dilakukan dalam keadaan sadar oleh semua pihak.
Sedangkan dalam film ini, si Maryam kondisinya koma alias tidak sadar.
Kok bisa dinikahkan oleh para pemeluk islam yang taat? Atau ada mazhab
baru yang membolehkannya? Kalau ada, sangat berbahaya. MUI harus
bertindak. Sebab diilhami film ini, bisa saja nanti seorang lelaki
menikahi wanita pujaannya yang sedang tidur. Begitu juga sebaliknya.
Tak peduli wanita atau lelaki itu suka atau tidak suka.

Kita lanjutkan kisah aneh AAT. Di adegan pernikahan kedua si Fahri,
penonton diuji imajinasinya. Atau sutradara ingin menyembunyikan fakta
bahwa di Mesir para pemudanya juga doyan pacaran seperti di Indonesia.
Karena ternyata si Maryam begitu menaruh hati pada Fahri sesuai buku
hariannya. Dan si Fahri pun ternyata buaya. Dalam kealimannya ternyata
dia mencintai Maryam. Dan keduanya sering ngobrol (atau pacaran?) di
tepi sungai Nil. Jadi mana unsur dakwahnya? Film ini tak ubahnya
cerita-cerita roman sinetron yang mengisi prime time di TV-TV kita.
Hanya bungkusnya Al Azhar, sungai Nil, dan tulisan-tulisan Arab, serta
wajah-wajah Indo-Arab.

Terlepas dari syah atau tidaknya pernikahan si Fahri dengan Maryam,
ketiga makhluk berlainan jenis itu kemudian bisa hidup bahagia dalam
satu rumah. Tentu saja rumahnya Aishah. Tapi sayang, sutradara malah
memilih “mematikan” tokoh Maryam, istri kedua Fahri. Hanya saja
kematiannya sengaja didramatisir, terjadi ketika Maryam sedang shalat
dalam keadaan berbaring. Endingnya tetap saja meniru tokoh Cinderella
dan pangeran yang hidup bahagia berdua selama-lamanya. Kehadiran Maryam
dirasa mengganggu keharmonisan rumah tangga.

Film ini memang diangkat ke layar lebar dari Novel dengan judul yang
sama, Ayat-Ayat Cinta. Tapi si pembuat film tidak mau sedikit
berimprovisasi, merubah sedikit jalan ceritanya supaya lebih pas
disuguhkan di layar lebar, yang punya durasi kurang dari 2 jam. Novel
adalah cerita yang tidak bisa habis dalam sehari bisa dibaca (kecuali
yang membaca tak punya kesibukan cari duit). Dan tak akan muat bila
dijejalkan dalam waktu 150 menit.

Kalau film ini tak ada istimewanya dengan sinetron-sinetron lainnya,
kenapa laris? Bahkan kabarnya sampai tulisan ini diketik, sudah 2 juta
tiket terjual. Tentu saja karena memang kemampuan penonton kita baru
sampai segitu. Terus topiknya sedikit menyinggung poligami dan benuansa
islami. Tapi menurut saya tidak islami, sebab, kalau memang mau
menyuguhkan kisah yang islami, ending cerita mustinya berakhir dengan
ketiganya yang hidup bahagia dalam satu rumah. Kalau perlu wanita yang
telah menuduh si Fahri memperkosanya juga dinikahi. Begitu juga mantan
kekasihnya di kampung yang stress berat, juga dinikahi. Jadi istrinya
empat. Hidup dalam satu rumah. Hidup happily ever and after. Mungkin
belum ada sutradara dan produser yang berani membikin film seperti itu.
Nantilah, saya yang bikin. Tapi mau praktek dulu.

  Wassalam

Cara Pendaftaran S-2 al-Azhar

March 21st, 2007 by akhiifillah

Pendaftaran S-2 al-Azhar

Pendaftaran Universitas Al-Azhar Program S2

Pendaftaran program S2 di Universitas Al Azhar dimulai pada Bulan September setiap tahun. Bagi mahasiswa lulusan S1 non-Al Azhar, Proses pendaftaran dilakukan secara langsung di kantor bidang akademik di Gedung Rektorat Universitas Al Azhar Lantai IX untuk Putra dan lantai IV untuk putri. Adapun mahasiswa asing lulusan S1 Universitas Al Azhar mendaftarkan diri di Kantor Urusan Mahasiswa Asing pada Islamic Research Academy Al Azhar di Nasr City.
Syarat-syarat yang diperlukan oleh mahasiswa S1 lulusan Universitas Al Azhar adalah sebagai berikut:

1. Syahadah Muaqqatah;
2. Transkrip nilai asli;
3. Syahadah Milad/Akte kelahiran asli;
4. Poto copy paspor;
5. Pas Poto sebanyak 7 lembar;
6. Formulir pendaftaran dan Permohonan diterima masuk program S2;
7. Pengantar KBRI;

Masa Pendaftaran pada bulan September setiap tahun. Pada bulan Oktober dilakukan tes masuk dengan materi Al Quran (lisan dan tulisan). Untuk mahasiswa asing non-Arab, diwajibkan hafal Al Quran 8 juz .

Bagi Lulusan S1 Non-Universitas Al Azhar

Setiap mahasiswa yang ingin melanjutkan studi program S2 di Universitas Al Azhar terlebih dahulu harus memproses akreditasi ijazah S1 yang dimilikinya.
Sejak tahun akademik 2002/2003 Ijazah S1 Fakultas Syariah dan Ushuluddin UIN/IAIN/STAIN secara institusional diakreditasi oleh Universitas Al Azhar, sehingga setiap pemegang ijazah kedua fakultas di atas dapat secara langsung mendaftar program S2 tanpa melalui proses akreditasi. Namun pada tahun akademik 2005/2006 akreditasi ijazah dilakukan secara perorangan, masing-masing mahasiswa yang akan melanjutkan studi program S2 harus memproses akreditasi ijazahnya.

Syarat yang diperlukan untuk memproses akreditasi ijazah S1:

1. Copy ijazah Sekolah Menengah Atas (SMA/MAN dan yang sederajat);
2. Asli ijazah S1 dan terjemahnya, keduanya dilegalisir oleh Deplu RI dan Kedutaan Mesir di Jakarta;
3. Asli transkrip nilai S1 dan terjemahnya, keduanya dilegalisir oleh Deplu RI dan Kedutaan Mesir di Jakarta;
4. Katalog Fakultas dalam bahasa Arab (Fakultas eksakta bisa dalam bahasa Inggris) yang ditandatangani oleh Dekan dan dilegalisir oleh Deplu RI dan Kedutaan Mesir di Jakarta;
5. Kurikulum Fakultas dalam bahasa Arab (Fakultas eksakta bisa dalam bahasa Inggris) yang ditandatangani oleh Dekan dan dilegalisir oleh Deplu RI dan Kedutaan Mesir di Jakarta;
6. Membayar proses akreditasi sebesar LE 500,- (Pound Mesir Lima Ratus saja).

Tempat & Waktu Proses Akreditasi

Berkas di atas diserahkan ke kantor Bidang Akademik Universitas Al Azhar di kantor Rektorat Nasr City Cairo (Untuk Fakultas eksakta proses akreditasinya di kantor Majelis Tertinggi Urusan Perguruan Tinggi Mesir); Proses akreditasi bisa dilakukan sepanjang tahun, dan sebaiknya jauh-jauh hari sebelum masa pendaftaran, proses akreditasi ijazah sudah dilakukan, mengingat proses tersebut biasanya memakan waktu yang cukup lama (4 – 5 bulan).
Calon mahasiswa atau yang mewakilinya diharapkan untuk aktif mengikuti perkembangan proses akreditasi dimaksud melalui kantor bidang akademik. Jika ijazah mahasiswa dinyatakan muadalah maka, yang bersangkutan melengkapi persyaratan seperti copy paspor, pas poto, akte kelahiran dll, serta mengikuti ujian masuk di Fakultas.

Cara Pendaftaran S-2 non al-Azhar

March 21st, 2007 by akhiifillah

Pendaftaran S-2 non al-Azhar

Universitas Negeri Non Al-Azhar di Mesir (Tahun Akademik 2005/2006)
Berkas dan Persyaratan yang Diperlukan

  • Ijazah (Asli) yang sudah mendapatkan penyetaraan (mu’adalah).

  • Transkip Nilai (Asli).

  • Akta Kelahiran (Asli).

  • Fotokopi Paspor.

  • Pas photo 4 X 6 sebanyak 6 lembar.

  • Mengisi berkas-berkas berikut: (berkas ini berada di dalam madzruf/sampul yang bisa diperoleh di kantor Universitas dimaksud atau KBRI:

  • Thalab Iltihaq (permohonan melanjutkan studi).

  • Bithaqah Tarsyih Mabda’i (kartu calon mahasiswa).

  • Istimarah al-Ma’lumat (formulir Informasi).

  • Iqrar Waliyyul Amri wa at-Thalib (surat pernyataan wali dan calon mahasiswa).

  • Bithaqah ar-Raghabat (kartu pemilihan fakultas dan jurusan yang diinginkan oleh calon mahasiswa).

Proses Pendaftaran

  • Menterjemahkan Berkas dan Legalisasi Berkas ke KBRI dan KEMLU (Khorijiyah) dengan prosedur sebagaimana S1 Al-Azhar.

  • Me-mu’adalah-kan (menyetaraan) Ijazah bagi Ijazah yang belum mu’adalah.

  • Menyerahkan berkas-berkas pendaftaran ke Maktab Tansiq Qabul (Kantor Pendaftaran) Perguruan Tinggi Negeri yang dikehendaki.

Ma’had Dirasat Islamiah (Zamalik)

Berkas dan Persyaratan yang Diperlukan

  • Ijazah S1 atau Bukti Kelulusan yang sudah diakreditasi oleh Ma’had Zamalik.

  • Pas poto 3 lembar ukuran 4×6

  • Rekomendasi dan SKKB dari KBRI yang sudah distempel pihak DEPLU (Kharijiyah) Mesir.

  • Photo copy paspor dan visa.

  • Membayar SPP di muka sebesar US$ 360 pertahun untuk jenjang 2 tahun diploma, dan US$ 600 untuk diploma.

Universitas Liga Arab / Jami’ah Duwal ‘Arabiyah (Program Diploma)
Syarat-syarat masuk program diploma

  • Lulus S1 dengan predikat minimal jayyid (baik) pada salah satu perguruan tinggi anggota Liga Arab atau perguruan tinggi tertentu yang mendapat pengakuan dari negara bersangkutan.

  • Berbahasa Arab baik (baca, tulis), bagi calon mahasiswa non Arab.

  • Mahasiswa mendaftarkan diri pada salah satu sepuluh jurusan (Sejarah, Geografi, Ekonomi, Politik, Sastra, Sosial, hukum, informasi, pendidikan, ilmu manuskrip) dengan mempertimbangkan spesialisasi mahasiswa pada S1 sehingga memungkinkan melanjutkan studinya pada tingkat Magister dan Doktoral. Kalau tidak maka studinya akan berhenti pada tingkat diploma saja.

  • Mahasiswa mengikuti kuliah 2 tahun penuh yang dibagi dalam 4 termin studi. Termin pertama (materi umum) mulai awal Oktober sampai tiga bulan berikutnya kemudian diadakan ujian pada Awal Januari. Dilanjutkan libur selama dua minggu untuk selanjutnya masuk termin dua, yaitu mulai masuk materi spesialisasi mahasiswa. Kuliah berlangsung sampai awal Mei kemudian diadakan ujian termin dua.

  • Mahasiswa dapat memilih sistem Intidzom (mengikuti sistem perkuliahan) dengan syarat kehadiran 70 % atau intisab (hanya tercatat sebagai mahasiswa) tidak disyaratkan hadir mengikuti kuliah.

Berkas-berkas yang diperlukan :

  • Ijazah asli S1 (atau foto copy yang sudah dilegalisir KBRI)

  • Ijazah diploma pascasarjana (jika ada)

  • Akte kelahiran, KTP atau paspor

  • Empat buah pas foto ukuran 4×6

SPP :

  • Intidzom (Sesuai Predikat):

  • Jayyid (baik): $600

  • Jayyid Jiddan (baik sekali): $400

  • Mumtaz (Cum Laud): $200.[]

Hati dan Cahayanya

March 21st, 2007 by akhiifillah

Cahaya datang ketika duniaku sedang gelap

Hatiku bertanya padaku

Adakah itu cahayanya?

Kudiam membisu, karena aku tak tau

          Akupun berdoa, semoga dialah cahayaku sejati

          Hari, Malam, Bulan duniaku terang dibuatnya

          Akupun mencoba menyakinkan diriku

          Bahwa dialah cahaya yang kutunggu-tunggu

Akhirnya, akupun yakin dialah cahaya milikku

Tapi tiba-tiba duniaku gelap gulita

Seolah gerhana matahari telah datang

Rupanya cahayaku yang padam

       Katanya akulah penyebabnya

       Akhirnya akupun mengerti sebabnya

       Kucoba untuk ku nyalakan kembali

       Ku terus kucoba tapi tak bisa

Duniaku kian menggelap

Cahayaku terus menjauh dariku

       Kesekian kali hangatnya air mata dipipiku

       Ku tak menyesal cahaya datang padam

       Kenikmatan kurasakan dalam kesedihan dan kesepian

Dalam kegelapan kucoba hidup kembali

seolah-olah tidak ada kejadian apa-apa

Kubisikkan hatiku bahwa cahaya miliknya ada

Kucoba membujuk hatiku bahwa itu bukan cahayanya

       Kapankah dia bertemu dengan cahaya miliknya yg hakiki?

       Aku kasihan melihatnya selalu menderita

       Kesekian kalinya dia kecewa

       Seperti bayi kehilangan mainannya

Oleh; "Akhiifillah"

Cahayaku…..

March 21st, 2007 by akhiifillah

Cahaya, datang pergi tanpa pamit
Musim semi telah datang kembali
Tapi kau juga belum datang
Tanpa cahaya, terasa duniaku makin menggelap

                     

Cahayaku…… Oh cahayaku
                     Kau buat aku selalu menderita dan kesepian
                     Ku bilang kau kejam, aku egois
                     Aku ingin musim semiku penuh dengan cahaya

Dunia makin gelap
musim semiku berantakan

                   

Kenapa kau seolah ingin menjauhi dariku?
                    Adakah duniaku tak pantas bagimu?
                    Ataukah terlalu hina untukmu?

Jendelaku selalu terbuka untukmu
Demi cahayaku yang belum juga datang

                  

Langit makin gelap
                   Guntur dan awan hitam telah mendekat
                   Engkau juga belum sampai

Oh cahayaku……!!!(huhuhuhu)
Jangan salahkan aku bila jendela kututup
Aku terpaksa, wahai cahayaku….!!!
Atau aku celaka ditangan topan

                

Ah….Nasibku!!!
                  Kesekian kali aku menderita
                  Kesekian kali aku tawakkal

                                                    Oleh; "Akhiifillah"

Cinta dan Nafsu

March 21st, 2007 by akhiifillah

Nasib berubah tanpa bisa kita halangi
Hidup berputar sesuai kehendaknya Ilahi
Manusia, antara senang susah silih berganti
Cinta, bisakah kita tau hakikatnya?

           Hati selalu murni
           Nafsu selalu mengotori
           Tanpa nafsu, manusia tak bisa hidup
           Tanpa cinta, manusia hina

Orang gagah selalu tepat pada janjinya
Kebohongan hancur pada akhirnya
Bijak adalah sejati
Orang bijak adalah orang sejati

           Adakah cintaku sejati?
           Adakah temanku sejati?
           Bisakah ku menjadi sejati?
           Sejati adalah bukan sejati

Ketika "Aku" ada, cinta tiada
Dimana ada "Aku", disitu ada nafsu
Cinta, lemah dan kuat bersatu
Egois musuhnya cinta

          Kita terjebak antara nafsu dan cinta
          Manudis hidup dalam kebohongan dan kepalsuan
          Egois menjadi pahlawan
          Bijak dan sejati menjadi musuhnya

                                                           Oleh; "akhiifillah"

Berbaring diKolam

January 26th, 2007 by akhiifillah

assalaamu’alaikum wr. wb.

Saya pernah bereksperimen di kolam renang.  Kolam itu kedalamannya hanya sekitar 1,5 meter, tidak lebih dari setinggi dada saya.  Very harmless.  Tidak ada bahaya sama sekali, kelihatannya.  Sulit bagi kita untuk membayangkan ada kejadian buruk yang terjadi pada laki-laki dewasa dengan tinggi sedang di sebuah kolam renang yang sebenarnya didesain untuk orang-orang yang tidak bisa berenang atau anak-anak yang sedang belajar berenang.

Saya berdiri di tengah kolam, menarik napas dalam-dalam, kemudian menceburkan seluruh badan hingga ke dasar kolam.  Ketika menceburkan badan, saya harus membuang napas sampai habis hingga akhirnya saya bisa berbaring terlentang di dasar kolam.  Kalau saja napas tidak dibuang sampai habis (walaupun sebenarnya paru-paru tidak pernah dalam keadaan hampa udara sama sekali), maka kita tidak akan bisa berbaring di dasar kolam.

Kedengarannya mudah?  Nanti dulu.

Kira-kira kesulitan apa yang akan menghadang ketika kita berbaring di dasar kolam dalam keadaan demikian?  Jika Anda menyangka bahwa proses membaringkan badan adalah hal tersulit, maka Anda salah total!  Masalahnya justru pada kondisi mental kita pada saat berbaring itu.

Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, kalau kita tidak membuang napas sehabis mungkin, maka kita tidak akan bisa berbaring di dasar kolam.  Menurut Anda, apa yang akan terjadi ketika kita berbaring?  Kemungkinan besar kita akan membuka mata kita, melihat permukaan air sejarak 1,5 meter di atas kita.  Tiba-tiba saja kita sadar bahwa kita tengah berada dalam keadaan kehabisan napas.  Muncullah pikiran ini-itu, dan dalam waktu sepersekian detik saja kita sudah ketakutan karena membayangkan mati kehabisan napas dan akhirnya terpaksa menghirup air dari hidung dan mulut kita.  Berapa detikkah Anda bisa bertahan di dasar kolam dalam keadaan demikian?

Percobaan pertama saya tidak sampai 3 detik.  Setelah itu, saya akan meronta-ronta dan berusaha sekuat mungkin untuk mencapai permukaan.  Saya mulai menampilkan gerakan-gerakan liar seperti orang yang tenggelam.  Itulah sebabnya kita hanya boleh menyelamatkan orang yang tenggelam dari belakang.  Kalau kita coba-coba memegangnya dari depan, kemungkinan besar kita yang akan ditenggelamkannya, karena kepanikan sedang melanda pikirannya.

Padahal kalau dipikir-pikir, oksigen dalam paru-paru tidak pernah habis total, dan sebenarnya cukup untuk mempertahankan hidup kita kira-kira selama 10 detik di dasar kolam.  Tapi kenapa setelah 1-2 detik saja kehabisan napas kita langsung panik?

Setelah berulang kali bereksperimen, akhirnya saya bisa mengendalikan pikiran sendiri.  Memang sejak awal semua masalah hanya ada dalam benak kita saja.  Kalau saja saya tidak panik melihat permukaan air yang nampak sangat jauh di atas (padahal hanya 1,5 meter), dan kalau saja saya bisa mempertahankan akal sehat (menyadari bahwa saya bisa bertahan lebih lama dalam keadaan demikian), maka saya bisa berbaring lebih lama di dasar kolam.  Perbedaannya setipis kertas.  Tenang dan tidak tenang.  Logika dan kepanikan.

Dalam kehidupan sehari-hari, masalah ini seringkali jadi momok bagi manusia.  Masalah yang dihadapinya sebenarnya mudah, namun ketakutannya membuat akal sehatnya terserang flu sehingga tidak bisa berpikir lurus. 

Sekarang, banyak orang takut pada jin.  Kalau mau pakai akal sehat, dan dengan dalil apa pun, jelas bahwa jin adalah makhluk yang lebih lemah daripada manusia.  Kenapa kita takut pada pocong, padahal tidak pernah ada orang yang disakiti oleh pocong?  Kebanyakan orang yang mengaku pernah bertemu pocong cuma berlari ketakutan, itu saja.  Pocong tidak pernah mencekik manusia sampai mati, misalnya.  Dan memang pocong tidak akan bisa melakukannya, karena memang tidak punya tangan.  Ditinjau dari bukti-bukti investigatif, sebenarnya tidak pernah ada bukti bahwa jin punya kemampuan untuk melukai manusia.  Kalaupun manusia terluka juga, kemungkinan besar hal itu terjadi karena ia telah melemahkan dirinya sendiri.  Seekor singa yang disuntik hingga lumpuh pun akan mati mengenaskan di tangan anjing, demikian juga manusia yang ketakutan hingga bagaikan lumpuh di hadapan jin.

Seorang pendekar yang bisa mematahkan satu-dua batang baja bisa dipandang sebagai figur yang amat hebat dan menakutkan.  Bahkan ada juga yang menuduhnya telah bekerja sama dengan para jin untuk meningkatkan kekuatannya.  Siapa yang berkata bahwa batangan baja lebih kuat daripada tulang manusia?  Kalau mau melihat kenyataan ilmiah, justru tulang manusia lebih hebat daripada baja.  Apalagi, tulang manusia memiliki kemampuan untuk meregenerasi dirinya sendiri.  Tulang yang patah bisa pulih kembali, sedangkan tidak demikian halnya dengan baja.  Apalagi tulang manusia dikelilingi oleh otot yang bisa diperkuat dan bahkan memiliki kemampuan regenerasi sel yang lebih hebat lagi.  Bukankah sudah sewajarnya kalau manusia memiliki kemampuan seperti itu?  Akan tetapi, pikiran manusialah yang membatasi dirinya sendiri.

Di dasar kolam, jelaslah bagi saya bahwa perasaan takut ternyata memegang peranan cukup dominan dalam hidup saya, dan barangkali juga bagi diri orang lain.  Dan kalau hal ini dibiarkan, kita tidak akan pernah maju.  Lagipula, bukankah kita dilarang untuk memiliki rasa takut selain kepada Allah saja?  Astaghfirullaah..!

wassalaamu’alaikum wr. wb.

Ahli Ibadah Dan Pelacur

January 26th, 2007 by akhiifillah

Ahli Ibadah Dan Pelacur
Diriwayatkan dari Al-Hasan, bahwasannya dia berkata, Dulu ada seorang wanita pelacur yang sangat cantik. Dia tidak mau melayani, kecuali jika dibayar 100 dinar. Pada suatu hari ada seorang ahli ibadat melihatnya dan kemudian terpikat olehnya. Laki-laki itu akhirnya pergi mencari pekerjaan guna mengumpulkan sebanyak uang 100 dinar. setelah uang sebanyak itu ia dapatkan, dai pun pergi menemui wanita itu seraya berkata, sesungguhnya aku telah tergoda oleh kecantikanmu, karenanya aku lalu pergi mencari pekerjaan untuk mendapatkan uang 100 dinar.

Silahkan masuk! pinta siwanita itu.

Orang ahli ibadat itu kemudian masuk kerumahnya. Di rumah wanita pelacur itu mempunyai sebuah tempat tidur terbuat dari emas. Wanita itu lalu duduk ditempat tidurnya seraya berkata,Ayo cepat!. Ketika laki-laki tersebut hendak memuaskan hasratnya kepada wanita tadi, seketika itu pun dia ingat akan kedudukan dirinya disisi Allah dan gemetarlah seluruh persendiannya. Laki-laki tiu lalu berkata kepada siwanita teman kencannya, Biarlah aku keluar meninggalkanmu dan uang 100 dinar itu menjdi hakmu!.

Apa yang terjadi kepada dirimu, bukankah kamu telah tergila-gila kepadaku hingga kamu pun memeras keringat untuk mendapatkan uang 100 dinar ? sekarang kamu telah mendapatkan diriku, akan tetapi kamu justru meninggalkanku, Kata wanita itu kepadanya.

Ini karena aku takut kepada Allah dan juga atas kedudukanku disisi-Nya. Kamu telah membenciku dan demikian juga kamulah orang yang paling aku benci, Kata laki-laki itu.
Jika yang kamu katakan itu benar, aku tidak akan bersuami selain dengan dirimu, Jawab siwanita kepadanya.
Biarkanlah aku keluar! Pinta laki-laki itu.
Tidak, kecuali bila kamu bersedia menjadi suamiku! Desak wanita itu.
Tidak, biarkanlah aku keluar dulu! Jawab laki-laki tersebut.
Apa yang membuatmu merasa berat bila aku datang memohon kepadamu untuk menikahi diriku? Kata wanita tersebut.
Mungkin saja! Jawabnya, sambil mengenakan cadar dengan kain bajunya lalu keluar dari daerah tersebut. Demikian pula dengan siwanita itu ikut keluar seraya bertaubat kepada Allah dan menyesali semua perbuatan yang pernah dilakukannya. Wanita itu terus berjalan hingga akhirnya sampailah dia ketempat asal silaki-laki ahli ibadat itu. siwanita itu lalu bertanya kesana kemari perihal laki-laki ahli ibadat yang pernah mendatanginya. akhirnya jerih payahnya untuk medapatkan laki-laki tersebut membuahkan hasil. Seseorang lalu datang menghadap keoada laki-laki ahli ibadat yang dimaksud wanita tersebut seraya berkata, Sesungguhnya sang permaisuri telah datang kepadamu. Ketika sang ahli ibadat melihat kedatangan wanita itu dia terkejut sambil menjerit dan jatuh dalam rengkuhan tangan siwanita itu. ternyata dia telah meninggal dunia seketika itu juga, siwanita itu lalu bertanya, Sifulan ini telah meninggalkanku untuk selama-lamanya. apakah dia masih memiliki sanak keluarga?.

Saudaranya adalah seorang laki-laki yang miskin, Jawab mereka yang hadir.

Jika demikian, aku akan menikah dengannya karena kecintanku kepada saudaranya, Jawab siwanita itu. Akhirnya siwanita tersebut dinikahkan dengan saudara laki-laki si ahli ibadat itu.

Dan dari hasil pernikahan, oleh Allah dikaruniakan kepada mereka tujuh orang Nabi as.

(Sumber: Mereka yang Kembali, Ibnu Qudamah; Hal.105)